Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Saham Untuk Akhirat

Tafahna merupakan kota kecil di wilayah Mesir. Mula-mula kota ini sepi dan akses kemana-kemana pun sulit. Dikisahkan oleh Syaikh DR. Musthafa Dasuki Kasbah, pakar wakaf dari Al-Azhar University bahwa di kota kecil itu pernah ada seorang anak muda bernama Sholah Atiyah.

Ketika kuliah anak muda ini sangat miskin. Ia hanya mempunyai satu celana panjang. Bayangkan saudara-saudara, ada mahasiswa yang celananya tidak gonta-ganti karena hanya punya itu. Tidak kebayang pula bagaimana ia makan, bergaya hidup dan sebagainya.

Dahsyatnya, saat ia lulus dan mendapat gelar insinyur, ia mengajak temannya yang sama-sama miskin, untuk berbisnis. Ia berkata pada temannya: "Ayo kita bisnis bareng, nanti keuntungannya kita bagi tiga".

"Lho bukannya kita cuma berdua? Siapa yang ketiga? " tanya temannya, penasaran.

"Yang ketiga adalah Allah. Ayo kita berbisnis bersama-Nya. Dia, Tuhan kita semua, sahamnya adalah sepertiga" Jawab Sholah Atiyah yang langsung disetujui oleh temannya.

Saat usahanya masih kecil, saham dibagi tiga menyesuaikan hasil. Beliau tidak peduli besar atau kecilnya pendapatan, yang penting sepertiganya selalu ia sedekahkan dengan cara berwakaf.

Wajar bila bisnis Sholah Atiyah mengalami kesuksesan dan makin meroket. Tahun demi tahun telah berlalu, secara istiqomah saham Allah dari usahanya itu beliau bangunkan gedung-gedung pendidikan. Kenyataannya usaha beliau tidak surut melainkan semakin maju.

Padahal yang beliau inginkan dari tiap wakafnya adalah ridho Allah dan kebahagiaan akhirat. Tapi di dunia sudah terbalas berlipat ganda. Memang benar kejar akhirat, dunia mendekat.

Kini kota Tafahna pun menjadi ramai. Berkat Sholah Atiyah berwakaf dengan membangun gedung cabang Al-Azhar dikota tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ada lima fakultas yang beliau bangun. Bukan hanya itu, setiap usaha yang semakin beragam selalu ia berikan sepertiga sahamnya untuk wakaf maka selain gedung-gedung fakultas beliau juga menggratiskan siapa saja yang sekolah tingkat SD, SMP, SMA dikota kecil tersebut.

Saudagar super kaya bernama Sholah Atiyah inilah yang punya peran penting dalam pembangunan dan pengadaan fasilitas umum seperti stasiun kereta api dan lain-lain melalui harta-harta yang beliau wakafkan.

Belum lama ini, saudagar besar ini meninggal dunia. Ribuan orang turut berduka cita atas kepergiannya. Kata DR. Musthofa, belum pernah ada prosesi mengantar jenazah yang seramai Sholah Athiyah.

Dzahir beliau telah mati, tapi hakikinya beliau abadi. Gedung-gedung pendidikan dan fasilitas-fasilitas umum yang dibangun dengan wakafnya itulah yang menjadi saksi.


Fitri

Komentar