Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Keuntungan Berwakaf

Wakaf termasuk amal ibadah Jariyah yang paling mulia bagi kaum muslim. Wakaf hukumnya sunnah, yaitu sangat dianjurkan terlebih ketika seseorang memiliki kelebihan harta atau aset khususnya yang berwujud tanah. Adapun keuntungan yang didapat dari orang yang berwakaf, antara lain sebagai berikut:


1. Mendapatkan derajat “al-birru”, yaitu kebaikan yang sempurna di sisi Allah Swt. Hal ini sebagaimana dalam riwayat tentang kisah Abu Darda ra yang mewakafkan tanah miliknya yang sangat berharga, sesuai firman Allah Swt:

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS Ali Imran[3]:92)


2. Dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. Setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah Swt (termasuk wakaf), kelak akan Allah lipatgandakan pahalanya hingga 700 kali lipat. Allah Swt berfirman:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]:261).


3. Mendapatkan pahala yang terus menerus mengalir, selama manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang 3 amalan yang akan terus menerus mengalir pahalanya sekalipun ia telah meninggal dunia, diantaranya adalah shadaqah jariyah (wakaf).

“Apabila Anak Adam Wafat (meninggal), terputuslah amal perbuatannya, kecuali dari tiga perkara, yaitu sodaqoh jariyah (Amal yang mengalir terus-menerus), ilmu pengetahuan yang bermanfaat, dan anak yang soleh “ (HR. Muslim)


Sebaiknya harta yang diwakafkan supaya dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu yang panjang, dan pahalanya dapat mengalir terus menurus sepanjang zaman, maka salah satu ketentuan dari wakaf (harta yang diwakafkan) adalah harta yang harus bersifat langgeng dan tidak akan habis.


Fitri

Komentar