Dana Yang Terkumpul   
Yusliana    Rp. 5.000.000
Yongki Wicaksono    Rp. 100.000
Pak Indra    Rp. 300.000
Pak Amri Djafar Nanggo    Rp. 1.000.000
Pak Isma    Rp. 500.000
Nuryadi    Rp. 100.000
Pak Amri Djafar Nanggo    Rp. 1.000.000
Amy    Rp. 200.000
Jaria    Rp. 425.000
Bunda Sriyatinah    Rp. 1.000.000
Total Dana Rp. 64.542.670

Berita Dan Kegiatan

Istiqamah Berwakaf

Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Setiap hari ada dua malaikat turun kepada seorang hamba. Salah seorang malaikat berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak (berwakaf)', dan malaikat yang satunya lagi juga berdoa, ‘Ya Allah hilangkan harta orang yang menolak untuk berinfak (berwakaf),” (HR. Mutafaq’alaih).


Hadist tersebut mengajak kita agar tidak terjebak dalam keinginan untuk menjadi orang kaya, melainkan untuk rajin berwakaf. Bermimpi untuk menjadi orang kaya, lebih cenderung untuk mengumpulkan harta. Padahal, berdasarkan hadist diatas, yang didoakan malaikat dan disukai oleh Allah adalah orang yang gemar berbagi, dalam hal ini berwakaf.


Jadi, kalau kita mau hidup bahagia, dan terhindar dari bala atau bahaya, bermimpilah bisa menjadi ahli wakaf, yang berusaha istiqamah setiap hari mewakafkan hartanya. Berwakaf tidak perlu menunggu kaya, karena tidak ada jaminan ketika Allah memberikan kesempatan menjadi hamba-Nya yang kaya raya, kita akan ringan mengeluarkan harta untuk berwakaf. 


Jika kecintaan berwakaf sudah muncul pada diri seseorang, dengan mudahnya dia akan mewakafkan barang yang dicintainya. Terlebih, jika dia sudah paham berbagai keutamaan dari amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ini. Berwakaf tidak akan membuat kita jatuh miskin. Bagaimana mungkin kita yang gemar berwakaf dan disukai Allah, kemudian Allah menjadi pelit kepada kita? Mustahil! Yang ada kita pelit dan enggan berwakaf itu karena kita kurang iman.


Fitri

Komentar