Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Istiqamah Berwakaf

Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Setiap hari ada dua malaikat turun kepada seorang hamba. Salah seorang malaikat berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak (berwakaf)', dan malaikat yang satunya lagi juga berdoa, ‘Ya Allah hilangkan harta orang yang menolak untuk berinfak (berwakaf),” (HR. Mutafaq’alaih).


Hadist tersebut mengajak kita agar tidak terjebak dalam keinginan untuk menjadi orang kaya, melainkan untuk rajin berwakaf. Bermimpi untuk menjadi orang kaya, lebih cenderung untuk mengumpulkan harta. Padahal, berdasarkan hadist diatas, yang didoakan malaikat dan disukai oleh Allah adalah orang yang gemar berbagi, dalam hal ini berwakaf.


Jadi, kalau kita mau hidup bahagia, dan terhindar dari bala atau bahaya, bermimpilah bisa menjadi ahli wakaf, yang berusaha istiqamah setiap hari mewakafkan hartanya. Berwakaf tidak perlu menunggu kaya, karena tidak ada jaminan ketika Allah memberikan kesempatan menjadi hamba-Nya yang kaya raya, kita akan ringan mengeluarkan harta untuk berwakaf. 


Jika kecintaan berwakaf sudah muncul pada diri seseorang, dengan mudahnya dia akan mewakafkan barang yang dicintainya. Terlebih, jika dia sudah paham berbagai keutamaan dari amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ini. Berwakaf tidak akan membuat kita jatuh miskin. Bagaimana mungkin kita yang gemar berwakaf dan disukai Allah, kemudian Allah menjadi pelit kepada kita? Mustahil! Yang ada kita pelit dan enggan berwakaf itu karena kita kurang iman.


Fitri

Komentar