Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Berbakti Kepada Orang Tua

Sebagai seorang muslim, kita harus menghormati orang tua. Mereka telah banyak berkorban demi kehidupan dan kebahagiaan kita. apakah kalian semua sayang kepada orang tua, terutama kepada Ibu yang telah melahirkan dan merawat kita dengan kasih sayang? Seperti yang telah kita tahu, bahwa kita tanpa orang tua, pasti kita tidak akan terlahir di dunia ini. Ya, lewat kedua orang tua kitalah, kita dilahirkan ke Dunia dan atas kehendak Allah SWT. 

dalam sebuah hdits Rosululloh SAW:

Dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’. Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

sudah jelas dalam hadits di atas bahwa derajat ibu lebih tinggi karena seorang ibu mengandung, melahirkan dan menjaga kita samapai kita dewasa bahkan sampai kita di pertemukan dengan jodoh kita sendiri barulah seorang ibu bisa melepas kita karena tanggung jawabnya telah selesai, seorang ibu memiliki tiga derajat lebih tinggi karena tiga hal itu yang tidak bisa dilakukan selain oleh seorang ibu. 

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).

Sudah tahu bahwa pengorbanaan kedua orang tua sangatlah besar, maka sebagai seorang anak kita jangan sampai menyakiti hatinya karena ridho Allah berada pada ridho orang tua dan murkanya Allah juga berada pada murkanya orang tua. 


Komentar